Ada Yang Alergi Dengan  Bisnis ?

Ada Yang Alergi Dengan Bisnis ?

Ada Yang Alergi Dengan Bisnis ?

Oleh : Eny Prasetyowati.BL,SP, Ketua 3G Organik

Tidak mudah utk mengubah maindset petani supaya mengarah ke peningkatan usaha taninya lewat usaha bersama yang berbentuk Korporasi Petani.
Bisa berupa koperasi, KUB, UD, CV atau bahkan PT.

Yang terjadi sebagian besar petani menjual sendiri-sendiri hasil panennya, baik lewat cara tebas untuk kembali tanam atau disimpan untuk dijual saat butuh uang

Baik komoditas padi maupun palawija.
Karena itu petani tidak punya nilai tawar, contohnya saat panen raya kedelai, importir menurunkan harga kedelai, maka petani kedelai terpuruk, rugi…. tidak punya nilai tawar. Tidak ada kekuatan. Begitu juga yg terjadi dengan banyak komoditas. Seperti sayuran, bawang merah, cabe dll.

Lain halnya bila petani-petani dalam 1 komoditas membuat Korporasi, maka akan lebih mudah investor masuk untuk bekerjasama, BUMN penyedia benih, PT yg mencari komoditas dalam jumlah besar… bahkan Perbankan juga mudah masuk bila Korporasi Petani sudah didukung oleh pasar.
Semua bisa diatur oleh pengurus Korporasi, tanam sesuai permintaan pasar, ada pendampingan dari banyak pihak. Petani jadi berdaya dan punya nilai tawar.
Ada cashflow perputaran uang dalam sebuah daerah Korporasi, dari saprodi sampai panennya. Bahkan pasca panen yang melibatkan pemuda atau ibu-ibu tani. Berupa olahan pangan. Untuk lebih meningkatkan lagi nilai jual. Ekonomi hidup, roda berbagai usaha berputar.
Masyarakat mandiri pangan, mandiri usaha, sejahtera bersama.
Meskipun ini masih mimpi panjang, tapi mimpi ini perlahan-lahan bisa kita wujudkan.
Ada banyak pihak yang siap mendampingi & membantu Korporasi Petani. Karena dengan bersama-sama, petani punya kekuatan & nilai tawar. Sehingga kesejahteraan yg sesungguhnya bisa diraih.
Korporasi Petani untuk petani yang mandiri, modern (organik) & punya nilai tawar.

Pati, 21 Januari 2021.
Salam Petani Mandiri.
Eny P, ketua 3G O Pusat.

5 Level Leadership

5 Level Leadership

5 Levels Leadership

     Hari ini saya membaca salah satu pesan di Group WA Alumni UT Riau yang di forwarded oleh Ketua IKA UT Wilayah Riau Bapak Yusrizal. Isi pesan diberi judul 5 Level Leadership, dan judul itu menarik bagi saya sehingga saya baca sampai akhir.

Isi pesan itu diawali dengan sebuah pertanyaan “Pak, kok ada pimpinan di tempat saya tidak seperti pemimpin sih?”, yang dijawab dengan kalimat : Batin saya, “Jangan perfectsionist hidup di dunia ini dengan berasumsi bahwa semua pimpinan baik. Pasti ada pimpinan yang baik dan buruk. Itulah kehidupan.” Bila anda ingin melihat video inspirasi tentang kepemimpinan kunjungi channel Pengembangan Masyarakat Pak MArgolang
       Selanjutnya pesan WA tersebut mengemukakan pendapat dari Maxwell yang menjelaskan bahwa Ternyata, ada pimpinan yang baik dan buruk. Maxwell mengemukakan dengan tingkat-tingkat kepemimpinan yang terbagi menjadi 5, yakni position, permission, production, people development, dan personhood.

Berikut penjelasan dari masing-masing level kepemimpinan tersebut :

  1. Level satu, Position merupakan tingkatan kepemimpinan yang paling rendah, yakni seorang yang diangkat menjadi pemimpin karena hak atau surat keputusan. Pengikutnya atau bawahannya mengikuti karena tidak ada pilihan lain. Meskipun position tingkatan paling rendah, tetapi posisi ini baik sebagai awal untuk mencapai tingkat kepemimpinan kedua apabila seseorang mau mengasah dan melatih kepemimpinan.
  2. Level kedua, permission merupakan tingkat kepemimpinan di mana pengikut atau bawahan kita sudah menikmati dan menginginkan Anda sebagai pemimpin. Mereka memberi energi lebih kepada Anda karena hubungan ( relatonship) yang baik antara pemimpin dan yang dipimpin. Relationship yang baik ini karena pemimpin mendengarkan, mengamati, dan melayani para pengikutnya sehingga bawahan kita senang. Bawahan senang, tetapi bagaimana dengan organisasi? Tidak, karena pemimpin tersebut belum memiliki outcome atau memberi manfaat bagi organisasi.
  3. Level ketiga, yakni production.  Pemimpin pada level production bukan pemimpin yang hanya menjalankan mekanisme atau rutinitas belaka, tetapi Ia menjadi suri tauladan dan menciptakan kekuatan momentum seperti kepemimpinan yang adaptif ( Adaptive leadership).
  4. Level keempat, people development Ini sama dengan salah satu keterampilan yang ada di servant leadership yakni The commitment to growth of people, yakni mengembangkan pengikut Anda  sedemikian rupa sehingga mereka akan memiliki  kualitas yang sama atau lebih dari Anda dalam hal kepemimpinan. Dengan demikian kaderisasi tidak akan terputus.
  5. Level kelima, yakni personhood yakni kepemimpinan yang sangat sedikit dimiliki oleh seorang pemimpin. Personhood merupakan kepemimpinan di mana ketika pemimpin tersebut sudah tidak menjabat atau meninggal, maka inspirasi – inspirasinya selalu diingat dan menjadi contoh para pengikutnya karena respect terhadap pemimpin tersebut.

      Di bagian akhir pesan tersebut mengajak bagi kita yang sedang memimpin, untuk menanyakan diri sendiri berada di level manakah kepemimpinan kita. Berada dimanakah level kepemimpinan kita ?   Apakah kita berada di Position, Permission, Production, People Developtment, atau Personhood ? Apabila hati nurani kita mengatakan bahwa kita berada pada di level Position, jangan berkecil hati, teruslah mengasah dan melatih kepemimpinan kita dengan terus belajar dan praktek yang terencana karena kepemimpinan dapat tumbuh.

     Semoga ini menyadarkan kita untuk selalu meningkatkan level kepemimpinan kita. Terima kasih

Pentingnya Penjaminan Keamanan Dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)

Pentingnya Penjaminan Keamanan Dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT)

Oleh : Ir. Asikin Chalifah. 2020. Pada hari Kamis tanggal 27 Februari tahun 2020 yang lalu merupakan pertemuan pertama Otoritas Kompetensi Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) DIY untuk menetapkan dan memberikan nomor pendaftaran (registrasi) Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT) PD pada pelaku usaha pertanian yang jauh sebelumnya telah mengajukan permohonan pendaftaran PSAT PD untuk komoditas wijen, kacang hijau dan beras organik. Setelah dilakukan pemaparan oleh salah satu tenaga fungsional Pengawas Mutu Hasil Pertanian (PMHP) dan pencermatan oleh Tim Teknis OKKPD DIY terhadap persyaratan administrasi dan teknis dari hasil peninjauan lapangan serta hasil analisa laboratorium untuk mengetahui kandungan residu pestisida dan logam berat, ketiga komoditas pertanian tersebut dinyatakan belum lolos untuk memperoleh nomor pendaftaran PSAT PD karena harus dilakukan perbaikan terhadap temuan-temuan ketidaksesuaian dan pengujian ulang sampel di laboratorium yang terakreditasi.

Sejauh ini terutama ketika terlibat di kepengurusan berbagai asosiasi UMKM, pelaku UMKM terutama yang bergerak di sektor pangan dan pertanian terlihat belum sepenuhnya memahami tentang manfaat dan prosedur yang terkait dengan penjaminan keamanan dan mutu pangan terutama untuk pangan segar asal tumbuhan.Tidak hanya untuk pangan segar asal tumbuhan saja, penjaminan keamanan dan mutu pangan juga dilakukan untuk pangan siap saji yang pembinaan dan pengawasannya dilakukan oleh SOD yang membidangi kesehatan serta pangan olahan yang dikemas, tepung-tepungan dan simplisia yang pembinaan dan pengawasannya dilakukan oleh BPOM. Penjaminan keamanan dan mutu pangan sangat penting dilakukan oleh UMKM agar produk-produk pertanian yang dihasilkan itu bisa bermutu dan terbebas dari adanya cemaran biologis, kimiawi dan benda-benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan dan budaya masyarakat sehingga aman untuk dikonsumsi (PP Nomor 86 tahun 2019 tentang Keamanan Pangan). Terlebih di era maraknya kesadaran akan gaya hidup sehat yang menyeruak di tengah-tengah masyarakat, tuntutan konsumen terhadap produk-produk pertanian yang aman dan bermutu semakin meningkat dengan harapan masyarakat dapat hidup lebih sehat, aktif dan produktip. Pangan yang tidak aman untuk dikonsumsi karena mengandung residu pestisida dan logam berat yang melebihi batas maksimum residu (BMR) sangat berbahaya karena bersifat karsinogen yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan penyakit kanker dan kerusakan pada organ vital.

Penentuan penjaminan keamanan PSAT sesuai dokumen sistem mutu (DOKSISTU) yang telah ditetapkan secara umum merujuk pada Permentan Nomor 53 tahun 2018 tentang Keamanan dan Mutu Pangan Segar Asal Tumbuhan dan berbagai pedoman pelaksanaan yang ditetapkan oleh unit kerja terkait (BKP) di Kementerian Pertanian RI. Penjaminan keamanan PSAT berkemas dan berlabel meliputi sertifikasi PRIMA, sertifikasi kesehatan (health certificate), pendaftaran PD, pendaftaran PD-UK, pendaftaran PL dan rumah pengemasan (production house) untuk komoditas sayuran, buah, biji-bijian dan rempah-rempah yang di produksi di dalam negeri maupun yang berasal dari luar negeri (impor). Pengajuan penjaminan keamanan PSAT dilakukan di OKKPP Kementerian Pertanian RI, OKKPD Provinsi dan Kabupaten/Kota (PD-UK). Untuk pendaftaran PSAT PD-UK di Kabupaten/Kota diprioritaskan untuk pelaku usaha pertanian mikro dan kecil yang pemberlakuannya baru akan dimulai pada tahun 2021. Secara umum penjaminan keamanan PSAT bisa dalam bentuk sertifikasi untuk yang bersifat voluntary dan pendaftaran untuk yang bersifat mandatory. Penjaminan keamanan PSAT dikecualikan untuk PSAT yang dibungkus dalam keamasan eceran dihadapan pembeli dan untuk bantuan kemanusiaan serta kegiatan penelitian. Sedangkan untuk penjaminan mutu PSAT diantaranya adalah dalam bentuk seperti sistem pertanian organik, sistem jaminan varietas dan mutu produk yang penetapannya dilakukan oleh kelembagaan sertifikasi produk sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Durasi waktu yang dibutuhkan untuk penetapan jaminan keamanan pangan segar asal tumbuhan dari sejak pengajuan permohonan hingga pemberian nomor pendaftaran PSAT membutuhkan waktu paling lama dua bulan. Pengajuan permohonan bisa dilakukan secara off line dan on line di OKKPP Kementerian Pertanin RI dan OKKPD setempat. Penjaminan keamanan dan mutu pangan segar asal tumbuhan berlaku 3-5 tahun tergantung dari jenis penjaminan keamanan dan mutu PSAT. Perpanjangan dapat dilakukan oleh pengusaha pertanian setidaknya 3 (tiga) bulan sebelum berakhirnya masa berlakunya penjaminan keamanan dan mutu PSAT. Untuk kepentingan ekspor, selain sertifikat kesehatan negara tujuan atau buyer juga seringkali membutuhkan sertifikat sanitory phytosanitory (SPS).

KASONGAN, Bantul, 27 Februari 2020

Asikin CHALIFAH

Tim Teknis OKKPD DIY

Rumah Literasi (RULIT) WASKITA BREBES

Hello!

Klik Tautan di bawah untuk mengirim pesan !!!

Kirim Pesan !